Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Prosiding
Prosiding Semnas 2015 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 06 Januari 2017 10:57

Prosiding Semnas Nasional, BUKU I - Sistem Informasi Sumber Daya Lahan 2015

PELUANG PENINGKATAN IP PADI DAERAH IRIGASI GUMBASA MELALUI OPTIMALISASI ALOKASI AIR IRIGASI DAN PENGATURAN POLA TANAM
Nono Sutrisno dan Budi Kartiwa

Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Jl. Tentara Pelajar No. 12 Bogor 16124

Abstrak. Provinsi Sulawesi Tengah memiliki sumberdaya air cukup melimpah. Salah satu sumberdaya air potensial adalah Sungai Palu yang dimanfaatkan untuk mengairi lahan sawah Daerah Irigasi (D.I) Gumbasa. D.I. Gumbasa yang airnya tersedia sepanjang tahun, mempunyai peluang yang besar untuk dapat meningkatkan produksi pertaniannya bila air permukaan dikelola secara tepat. Daerah Irigasi (D.I.) Gumbasa dengan luas fungsional 7,922 ha berada di Wilayah Kabupaten Sigi mengairi sawah di 5 Kecamatan, 26 Desa dan 1 Kelurahan. Sungai Palu merupakan jenis sungai kontinyu dengan karakteristik mampu mengalirkan air sepanjang tahun. Penggunaan lahan sepanjang aliran Sungai Palu merupakan areal pertanian yang didominasi oleh usahatani pertanian lahan basah. Metode survey yang dilakukan adalah melakukan pengumpulan data sekunder dan data lapang yang dapat mendukung analisis ketersediaan air serta tata tanam padi sawah di D.I Gumbasa. Hasil analisis debit sungai dan debit saluran efektif menunjukkan bahwa pengaturan alokasi air yang tepat diprediksi dapat meningkatkan IP padi dari 200 menjadi 300 dengan ketentuan sebagai berikut: 1) memerlukan pengaturan pengalokasian air irigasi secara tepat waktu dan tepat jumlah air, sesuai dengan fase pertumbuhan (pengolahan lahan, penyemaian, fase vegetatif, fase generatif, pematangan dan panen), 2) pengaturan pola dan musim tanam, 3) penyediaan alat mesin pertanian yang memadai sehingga pengolahan tanah pada seluruh petak tersier di D.I Gumbasa dapat dilakukan dalam waktu 20 hari, meningkat dari kondisi sebelumnya saat penerapan IP 200 yang membutuhkan waktu pengolahan selama 30 hari, 4) pemilihan varietas genjah yang memiliki masa pertumbuhan pendek sehingga selama penyemaian dan pertumbuhan padi hingga menjelang panen dibutuhkan waktu 100 hari, 5) panen dilaksanakan serentak menggunakan alat mesin pertanian yang memadai sehingga hanya dibutuhkan waktu 10 hari dari periode sebelumnya yang membutuhkan waktu panen 20 hari, 6) perlu sinkronisasi antara tahapan budidaya padi pada pola tanam IP 300 yang dilakukan petani dengan tahapan operasional bendung terkait waktu pelaksanaan perawatan sarana dan prasarana pengairan (pengurasan, perbaikan saluran dan lain lain).

Kata kunci: D.I Gumbasa, alokasi air, IP padi

 

selengkapnya


 
Prosiding Semnas 2015 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 06 Januari 2017 10:07

Prosiding Semnas Nasional, BUKU I - Sistem Informasi Sumber Daya Lahan 2015

 

TEKNOLOGI BEBAS BIAYA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KATAM TERBARU VERSI 2.1


Fadhullah Ramadhani, Erni Susanti, dan Haris Syahbuddin

Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Jl. Tentara Pelajar No. 1A Cimanggu, Bogor


Abstrak. Sistem informasi kalender tanam terpadu yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2011 telah berkembang pesat sehingga mencapai versi 2.1 pada tahun 2015 yang dapat diakses dengan alamat http://katam.litbang.pertanian.go.id. Dalam sistem informasi katam terpadu memakai teknologi berbayar dan teknologi bebas biaya dalam proses pengembangannya. Teknolog bebas biaya yang dipakai berbasis internet dalam sistem informasi katam terpadu adalah Google Maps untuk membuat peta interaktif, Android Studio untuk pengembangan katam terpadu versi Android, Disqus untuk membuat forum yang interaktif, Addthis untuk membagikan kaitan web yang diinginkan ke media sosial dengan mudah, dan Wunderground untuk mengakses data cuaca near real time

Kata kunci: sistem terbuka, sistem informasi


selengkapnya

Terakhir diperbarui Minggu, 08 Januari 2017 19:59
 
Prosiding Semnas 2015 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 06 Januari 2017 09:45

Prosiding Seminar Nasional, BUKU I - Sistem Informasi Sumber Daya Lahan 2015

ANALISIS KEY AREA KERAGAMAN IKLIM INDONESIA MENDUKUNG ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI SEKTOR PERTANIAN : KAJIAN AWAL

 

Woro Estiningtyas, Haris Syahbuddin, Aris Pramudia, Elza Surmaini, Erni Susanti, Yayan Apriyana , Fadhlullah Ramadhani, dan Suciantini

Balai Penelitian Agrokilmat dan Hidrologi, Jl. Tentara Pelajar No. 1A Bogor 16111

 

Abstrak. Pengaruh perubahan iklim terhadap sektor pertanian bersifat multi-dimensional, mulai dari sumberdaya, infrastruktur pertanian, dan sistem produksi pertanian, hingga aspek ketahanan dan kemandirian pangan, serta kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya. Dampak perubahan iklim perlu diidentifikasi sehingga bisa disusun teknologi adaptasi yang sesuai dengan spesifik wilayah. Ide awal penelitian Key Area adalah ingin mencari wilayah-wilayah tertentu di Indonesia yang dapat dijadikan indikator terhadap perubahan iklim. Pada tahap awal penelitian dilakukan pendekatan melalui hubungan curah hujan dengan indikator global SST Nino 3.4. Signifikansi hubungan antara curah hujan dengan SST Nino 3.4 melalui analisis regresi menjadi indikasi awal penentuan Key Area. Peta sebaran spasial dilakukan dengan metode IDW. Hasil analisis lag menunjukkan bahwa lag 1 lebih signifikan dibandingkan lag 2, 3 dan 4. Peta signifikansi anomali curah hujan dan SST Nino 3.4 memperlihatkan sebaran wilayah yang signifikan pada taraf nyata 95% untuk setiap musim DJF, MAM, JJA dan SON. Signifikansi yang kuat (?? 0,01) terlihat pada musim JJA dan SON terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua. Wilayah ini dapat dijadikan indikator awal sebagai wilayah kunci untuk mengetahui perubahan iklim di Indonesia sehingga bisa ditentukan prioritas pengelolaan risiko iklim.

Kata kunci: Key Area, curah hujan, SST Nino 3.4 dan signifikansi


 


Joomla Templates by JoomlaVision.com