Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Hasil-hasil Penelitian
Survei dan Investigasi Desain untuk Optimasi Lahan Rawa PDF Cetak E-mail
Oleh feni   
Rabu, 24 Juli 2019 12:00

Optimasi lahan rawa merupakan upaya meningatkan kemampuan lahan rawa untuk dapat menghasilkan tanaman pangan lebih tinggi dari rata-rata produksi saat ini, yakni berupa peningkatan Indeks Pertanaman (IP) maupun peningkatan produktivitas lahan. Optimasi lahan rawa difokuskan pada kegiatan: rehabilitasi dan atau penyempurnaan infrastruktur pintu–pintu air irigasi dan boks bagi di tersier maupun sub tersier, penguatan pematang/tanggul, drainase, tabat dan surjan dan lain-lain; rehabilitasi dan penataan infrastruktur lahan sawah sesuai tipology lahan; perbaikan/peningkatan kesuburan lahan rawa; dan penerapan teknologi budidaya padi sesuai tipologi lahan.

Berkaitan dengan kegiatan rehabilitasi dan atau penyempurnaan infrastruktur pintu–pintu air, maka perananan teknik sipil irigasi lahan rawa mutlak diperlukan. Oleh karena itu, sebelum diadakan perencanaan dan desain bangunan pintu air dan bok bagi perlu diadakan Survei dan Investigasi Desain (SID). SID ini digunakan sebagai data awal untuk melakukan perencanaan lebih lanjut. Pelaksanaan SID optimasi lahan rawa dilaksanakan secara bertahap, antara lain : perencanaan umum, tahap investigasi, tahap desain, serta tahap pelaksanaan konstruksi.

SID yang telah dilaksanakan pada 2018 seluas 200.000 ha, sisanya seluas 300.000 ha dilaksanakan di tahun 2019. SID harus menampilkan kebutuhan infrastruktur (pompa, listrik, jalan), dimensi pembangunan maupun rehabilitasi jaringan (Saluran Drainase Utama, saluran konektivitas, saluran tersier, saluran cacing, pintu air, box bagi, tanggul/talud, jalan usaha tani, dll), serta biaya yang dibutuhkan (RAB) yang Selanjutnya digunakan sebagai bahan untuk menyusun Detail Engineering Design (DED).

Berikut adalah lokasi SID pada tahun 2018, ada 4 provinsi termasuk Jambi, Lampung, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Cakupan SID untuk keempat sebesar 201.356 ha.

 

Untuk kegiatan SID tahun 2019, akan dilakukan di Provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan dengan detail sebagai berikut :

 

Kegiatan optimasi lahan rawa difokuskan pada perbaikan infrastruktur air dan lahan melalui pembangunan/perbaikan infrastruktur. Strategi pelaksanaan kegiatan lokasi optimasi lahan rawa dilakukan melalui kerjasama partisipatif dengan petani, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi padi dan penyerapan tenaga kerja.

 

 
Info BPP SI Katam Terpadu PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 08 November 2017 13:34

Informasi untuk Balai Penyuluhan Pertanian pada Sistem Informasi Katam Terpadu

Balai Penyuluhan Pertanian atau yang biasa disingkat BPP, memerlukan rekomendasi tekait waktu tanam berdasarkan komoditasnya, rekomendasi pupuk, prediksi jenis bencana dan lain sebagainya


Sistem Infomasi (SI) Katam Terpadu, menyajikan informasi tersebut yang selanjutnya dapat dengan mudah diakses oleh BPP pada situs http://katam.litbang.pertanian.go.id/ pada tab Cetak BPP sebagaimana terlihat pada gambar di bawah ini:

Sistem Informasi Katam Terpadu

Pada tampilan pencarian Info-BPP, pengguna memasukkan nama kecamatan yang ingin ditampilkan, sebagai berikut:

Sistem Informasi Katam Terpadu

Informasi terkait rekomendasi yang ditampilkan cukup lengkap dengan cakupan meliputi:

  1. Informasi waktu tanam,
  2. Rekomendasi pupuk,
  3. Informasi jenis bencana serta tingkat bencana,
  4. Informasi ketersediaan Alsintan.

Lebih detail, informasi dan rekomendasi untuk BPP dapat dilihat pada tautan berikut: http://katam.litbang.pertanian.go.id/katam_terpadu/2017/mh/3/32/3212/3212150/3212150_tabular.pdf

 
Analisis Prediksi CH - ANN PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 24 Oktober 2017 12:48

Analisis Prediksi Curah Hujan dengan Metode Artificial Neural Network (ANN)

Metode prediksi ANN merupakan salah satu pengetahuan prediksi cuaca yang diaplikasikan Balitklimat pada pengembangan metode prediksi diantaranya untuk mendukung SI Katam Terpadu (Pramudia et al 2013). Ciri-ciri Model Jaringan Syaraf Tiruan adalah a) Non linear, sigmoid, b) minimal menggunakan dua lapis model, c) menggunakan semua input untuk menduga output lapis pertama. Menggunakan semua output lapis pertama untuk menghasilkan output lapis berikutnya, sehingga menghasilkan output akhir, d) menghasilkan banyak koefisen korelasi, dan e) melalui iterasi, menggunakan sebarang nilai awal. Parameter yang digunakan adalah curah hujan, anomali Suhu Muka Laut Zona Nino 3.4, dan IODM. Tahapan analisis ANN disajikan pada gambar dibawah ini.

Tahapan analisis ANN

Layer-layer dan data input dalam jaringan syaraf tiruan

Layer-layer dan data input dalam jaringan syaraf tiruan

Tahapan analisis prediksi dengan metode ANN adalah proses pembentukan model (Learning/Training Set) yang terdiri dari tahapan sebagai berikut :

  • Normalisasi data input Xi dan nilai target Tk ke dalam kisaran [0 … 1]
  • Nilai awal pembobot wij dan vjk
  • Menghitung hj dan yk
menghitung MSE
  • menghitung MSE
  • Proses learning dan training set untuk menentukan pembobot wij dan vjk melalui iterasi
  • Iterasi berhenti apabila selisih galat pada satu tahap iterasi (EP) dengan iterasi tahap sebelumnya (EP-1) kurang dari 0,00001
EP-1

 
Irigasi Big Gun Sprinkle PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 12 Oktober 2017 12:37

Irigasi Big Gun Sprinkle

Untuk meningkatkan produksi pertanian, tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan air permukaan, termasuk air hujan. Oleh karena itu perlu alternatif lain termasuk pemanfaatan air tanah dalam. Di daerah tertentu selain air pemukaan, terdapat juga potensi air yang didapat dari sumber air tanah dalam. Dengan menggunakan potensi ini maka peningkatan produksi pertanian dapat dicapai.

Teknologi ini terdiri dari beberapa komponen diantaranya pompa air tanah dalam, bak penampung, jaringan irigasi, kolam penampung, pompa, dan big gun sprinkle. Air tanah dalam yang dipompa ditampung dalam bak penampung, kemudian secara gravitas didistribusikan ke kolam penampung yang tersebar di lahan pertanian, kemudian untuk teknik penyiraman digunakan pompa dan big gun sprinkle.

Dengan teknik irigasi/penyiraman menggunakan big gun sprinkle ini, satu posisi big gun sprinkle dapat megairi kurang lebih 2000 meter persegi. Dengan begitu untuk satu ha lahan pertanian hanya diperlukan pemindahan posisi big gun sprinkle kurang lebih sebanyak lima kali.

Setelah dikaji, penerapan teknologi ini dapat menghemat air, tenaga, dan bahan bakar menjadi lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional yaitu dengan cara leb. Teknologi ini telah diterapkan dibeberapa lokasi, salah satunya adalah Kebun Percobaan Sandubaya di Lombok Timur. Dengan adanya potensi sumber air tanah dalam dan memfaatkanya untuk penyiraman/irigasi  maka peningkatan produksi di kebun percobaan ini bisa dilakukan.

Irigasi Big Gun Sprinkle Irigasi Big Gun Sprinkle Irigasi Big Gun Sprinkle

 
Downscaling PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 05 Oktober 2017 08:52

Downscaling Prediksi Musiman dengan Metode Constructed Analogue


Variabilitas iklim yang semakin tinggi akhir akhir ini menyebabkan  pola iklim dalam dan antar musim yang  tidak menentu dan terjadinya kejadian iklim ekstrim seperti banjir dan kekeringan yang secara langsung akan mempengaruhi produksi tanaman pangan. Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang paling pokok. Oleh karena itu perlu diupayakan agar bahan pangan harus tersedia cukup untuk kebutuhan masyarakat. Tanaman pangan adalah tanaman produksi pertanian yang menghasilkan karbohidrat, diantaranya adalah padi, jagung, sagu, sorgum dan kacang-kacangan.

Terakhir diperbarui Jumat, 06 Oktober 2017 14:08
(Selengkapnya)
 


Halaman 1 dari 18
Joomla Templates by JoomlaVision.com