Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Hasil-hasil Penelitian
Pompa Radiasi Surya 2016 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 02 Februari 2017 08:28

Penelitian Dan Pengembangan Sistem Irigasi Pompa Radiasi Surya

Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian di Lahan Kering

(Dr. Ir. Popi Rejekiningrum, MS)



RINGKASAN

Masalah utama pengembangan pertanian di lahan kering adalah keterbatasan ketersediaan air terutama di musim kemarau. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan adalah dengan menyediakan air untuk digunakan sebagai irigasi suplementer dengan memanfaatkan potensi sumberdaya air yang ada di wilayah tersebut. Sehubungan dengan kendala keterbatasan air di lahan kering, maka perlu memanfaatkan beragam teknologi yang mampu mengangkat dan mengalirkan air dari sumbernya ke lahan-lahan pertanian. Penggunaan pompa air yang digerakkan dengan tenaga listrik menjadi pilihan utama saat ini. Namun jika dilihat dari sisi pembiayaan, baik dalam tahap pengembangan (pembangunan) maupun pengelolaan (pemeliharaan), teknologi irigasi tersebut memunculkan persoalan di tingkat lapangan, khususnya bagi petani dan kelompoknya yaitu ketidakmampuan petani dalam mengoperasionalkan dan memelihara sarana dan prasarana irigasi yang dimiliki. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu model teknologi irigasi yang menggunakan pompa air yang lebih tepat guna, efisien, dan ekonomis sehingga dalam pengelolaannya tidak tergantung pada tenaga listrik atau bahan bakar lainnya, membutuhkan biaya operasi dan pemeliharaan (OP) yang lebih sedikit, dan bahkan tidak membebani petani dalam melakukan kegiatan usahataninya. Untuk itu perlu dikembangkan pompa air tenaga surya/rasiasi surya matahari (PRS). Penggunaan energi matahari tidak memerlukan listrik, ekstra hemat energi, dan ramah lingkungan. Selain itu penggunaannya mudah, efisiensi tinggi, kinerja stabil dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan teknologi pemanfaatan pompa air tenaga surya untuk irigasi pertanian dan (2) Mengembangkan model pertanian hemat energi berbasis energi terbarukan menggunakan pompa air tenaga surya.

Sketsa pompa air tenaga surya menggunakan baterai Sketsa pompa air tenaga surya tanpa baterai

Penelitian 2016


 
Sumberdaya Iklim dan Air Terpadu 2016 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 01 Februari 2017 13:14

Penelitian Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Iklim Dan Air Terpadu Pada Berbagai Agroekosistem Mendukung Upsus Pajale, Cabe Merah Dan Kakao

(Ir. Hendri Sosiawan, CESA)



RINGKASAN

Penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan khususnya sumber daya iklim dan air harus mampu mendukung terealisasinya swasembada padi, jagung, kedelai (pajale), cabe dan kakao melalui peningkatan produksi komoditas unggulan tersebut. Di bidang pertanian air merupakan faktor utama penentu kelangsungan produksi pertanian, namun pengelolaannya untuk kelangsungan sumber daya air tersebut masih menghadapi banyak kendala baik pada skala daerah irigasi maupun daerah aliran sungai (DAS) dan seringkali memunculkan masalah baru yaitu kelangkaan air, kekeringan dan banjir, dan banyak permasalahan air lain yang terkait. Kondisi ini diperparah dengan maraknya kompetisi penggunaan air antara sektor pertanian dengan pengguna air lainya baik domestik, municipal dan industri.

Untuk itu data dan informasi sumberdaya air yang akurat, terekam dalam format sistem informasi berbasis Daerah Aliran Sungai mutlak diperlukan. Permasalahan yang dihadapi saat ini keberadaan data tersebut terfragmentasi di berbagai institusi dengan bentuk, format, jenis, waktu penyajian dan metode yang berbeda. Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan kuantifikasi dan integrasi data sumberdaya air sehingga dapat memberikan informasi secara menyeluruh baik spasial, tabular dan temporal tentang kondisi sumberdaya air di suatu wilayah.

Data dan informasi sumberdaya air yang terintegrasi dapat digunakan sebagai dasar penyusunan model optimalisasi sumberdaya air untuk menjawab permasalahan kelangkaan air, peningkatan produksi pertanian terutama dalam upaya adaptasi  terhadap perubahan iklim. Model tersebut dapat digunakan sebagai informasi awal dalam menentukan teknologi pengelolaan air yang tepat, untuk menjamin keberlanjutan ketersediaan sumberdaya air suatu DAS. Lebih lanjut model pengelolaan air tersebut perlu diaplikasikan pada skala petani untuk menjawab permasalahan aktual di lapangan terutama upaya adaptasi perubahan iklim melalui implementasi kawasan mandiri pangan (Food Smart Village). Penelitian ini bertujuan untuk : 1). Mengkarakterisasi potensi sumber daya air, iklim, sosia,l ekonomi dan budaya lokal pada lokasi pengembangan pajale, cabe dan atau kakao; 2).Menyusun rancang bangun teknik pemanfaatan sumberdaya air di lokasi pengembangan pajale, cabe dan atau kakao; 3). Menyusun rekomendasi pengembangan desa/kawasan mandiri pangan (Food Smart Village)untuk mendukung swasembada pajale, cabe dan tanaman industri. Tahapan penelitian mencakup (i) persiapan dan pengumpulan data pendukung; (ii) survei lapangan; (iii) analisis data dan; (iv) penyusunan laporan.

Kata Kunci:    Pengelolaan air, adapatasi perubahan iklim, kawasan mandiri pangan, komoditas padi, jagung, kedelai, cabe dan kakao.

 

Rancang Bangun Pemanfaatan Sumberdaya Air dan Iklim

 

Penelitian 2016

Terakhir diperbarui Rabu, 01 Februari 2017 14:36
 
Key Area 2016 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 01 Februari 2017 13:07

Penelitian Dan Pengembangan Analisis Key Area Iklim Dan Neraca Air Mendukung Upsus Pajale

(Dr. Ir. Woro Estiningtyas, MSi)

 


RINGKASAN

Upaya adaptasi terhadap perubahan iklim dapat dilakukan dengan mengidentifikasi keragaman dan kejadian iklim ekstrim yang menyebabkan adanya bencana terkait iklim (banjir, kekeringan) di beberapa wilayah di Indonesia. Keragaman, kejadian iklim ekstrim, dan bencana terkait iklim tersebut, akan berdampak terhadap menurunnya luas tanam dan produksi padi.  Hasil-hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara indikator global-curah hujan dan produksi padi. Oleh karena itu wilayah kunci (Key Area) menjadi penting sebagai indikator untuk mengetahui pengaruh perubahan iklim dan kejadian iklim ekstrim terhadap curah hujan, bencana terkait iklim dan produksi padi baik saat ini maupun yang akan datang, terutama di sentra produksi padi. Penelitian dan kajian mendalam perlu dilakukan pada wilayah kunci (Key Area) keragaman iklim dengan mengembangkan prediksi iklim, bencana terkait iklim dan produksi padi yang semuanya dikemas dalam suatu sistem informasi  terpadu untuk prediksi, bencana dan produksi berbasis key area. Perilaku iklim sekarang ini semakin sulit untuk diprediksi sebagai akibat dampak perubahan iklim.  Untuk mensiasati kondisi tersebut, diperlukan pedekatan baru dalam upaya mempelajari perilaku iklim melalui aplikasi analisis numerik. Analisis numerik adalah teknik yang digunakan untuk memformulasikan masalah matematis agar dapat diselesaikan dengan operasi perhitungan. Penggunaan metode numerik dapat mengatasi berbagai kelemahan-kelemahan metode yang ada sebelumnya. Persamaan matematika yang  sulit diselesaikan dengan model analitik, memungkinkan dapat diselesaikan melalui pendekatan numerik. Di bidang pertanian air merupakan faktor utama penentu kelangsungan produksi pertanian namun pengelolaannya untuk kelangsungan sumber daya air tersebut masih menghadapi banyak kendala baik pada skala daerah irigasi maupun Daerah Aliran Sungai (DAS). Kendala tersebut dapat dapat diatasi dengan menyediakan data dan informasi neraca air, sumberdaya iklim dan air yang akurat, terekam dalam format sistem informasi yang handal. Permasalahan yang dihadapi saat ini terkait data sumber daya air adalah bahwa keberadaan data tersebut terfragmentasi  di berbagai institusi dengan bentuk, format, jenis, waktu penyajian dan metode yang berbeda. Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan kuantifikasi dan integrasi data semberdaya iklim dan air sehingga dapat memberikan informasi secara menyeluruh baik spasial, tabular dan temporal tentang kondisi sumberdaya air di suatu wilayah. Data dan informasi sumberdaya air yang terintegrasi dapat digunakan sebagai dasar penyusunan model optimalisasi sumberdaya air untuk menjawab permasalahan kelangkaan sumberdaya air, peningkatan produksi pertanian terutama dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim. Penelitian ini terdiri dari 4 kegiatan, yaitu: 1). Analisis Key Area Keragaman Iklim Indonesia Mendukung Adaptasi Terhadap Kejadian Iklim Ekstrim, 2). Analisis dan Pengembangan Informasi Dampak Bencana Iklim pada Pertanian Pangan, 3). Pengembangan Sistim Informasi Sumberdaya Air Mendukung Pemanfaatan Sumberdaya Air Berkelanjutan dan 4). Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Air Kawasan Jagung. Tujuan penelitian adalah : 1). Menyusun model Key Area keragaman iklim Indonesia mendukung UPSUS Pajale, 2). Menyusun model prediksi banjir, kekeringan, OPT dan dampaknya pada tanaman padi, 3).Menyusun Atlas Potensi Sumberdaya Air Pulau Sumatera dan Kalimantan Skala 1:250.000 dan neraca air berbasis Key Area mendukung UPSUS Pajale, 4). Menyusun Sistem Informasi Sumberdaya Air Pertanian Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan, 5). Menyusun desain pengelolaan air kawasan.

Sebaran nilai korelasi curah hujan dengan SST Nino 3.4 pada Bulan Januari-Desember di seluruh Indonesia

 

Penelitian 2016

Terakhir diperbarui Rabu, 01 Februari 2017 14:38
 
Katam Terpadu 2016 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 01 Februari 2017 13:00

Penelitian Kalender Tanam Terpadu

untuk Mendukung Upsus Pajale pada Lahan Sawah Irigasi dan Lahan Rawa untuk Adaptasi Perubahan Iklim

(Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA)

 


RINGKASAN

Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SI Katam terpadu) merupakan pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial dan tabular mengenaiprediksi musim, awal tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan banjir dan kekeringan, potensi serangan OPT, rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk,rekomendasi varietas padi, jagung, dan kedelai pada level kecamatan seluruh Indonesia.Katam terpadu dapat diakses melalui www.katam.litbang.deptan.go.id, diupdate dua kali setahun; Maret untuk musim tanam pertama, Februari untuk musim tanam kedua, dan April untuk musim tanam ketiga.Mulai tahun 2015 Katam Terpadu diupdate dua kali setahun mengikuti prediksi musim yang dikeluarkan BMKG, MK pada bulan Maret dan MH pada bulan September.  Sejak launching (Desember 2011)sampai dengan akhir TA 2015, Katam Terpadu di-update sebanyak 11 kali (ver 1.0 sampai dengan ver 2.2). Pada TA 2013 dilakukan pemasangan sistem monitoring katam terpadu menggunakan closed-circuit television (CCTV) di tujuh provinsi dengan jumlah titik pemasangan sebagai berikut: Lampung (4), Banten (6), Jawa Barat (11), Jawa Tengah (11), D.I. Yogyakarta (6), Jawa Timur (10), dan Bali (6). Pada TA 2014, dilakukan analisis standing crop citra modis untuk P. Jawa dan Bali, dengan keluaran informasi luasan pertanaman pada fase vegetatif 1, vegetatif 2, generatif 1 dan generatif 2. Katam Terpadu di TA 2015dilakukan model otomatisasi standing crop, integrasi dengan katam rawa, integrasi dengan pewilayahan pola hujan.  Kebaruan Katam terpadu TA 2016 adalah model integrasi data dan peta bioremediasi.

Tujuanumum penelitian ini di TA 2016 adalah di-launching-nya Katam Terpadu sebanyak 2 versi atau dua musim tanam yaitu pada bulan Maret(MK 2016), dan September (MH 2016/2017). Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini terbagi atas 9(sembilan) kegiatan, yaitu: (1) Penyusunan teknologi informasi kalender tanam terpadu, (2) Penyusunan model integrasi prediksi iklim dan awal tanam untuk mendukung sistem informasi kalender tanam terpadu, (3) Penyusunan rekomendasi pengelolaan sumberdaya air secara spasial dan temporal untuk  mendukung sistem informasi kalender tanam terpadu, (4) Penyusunan model peringatan dini bencana banjir, kekeringan dan OPT untuk mendukung sistem informasi kalender tanam terpadu, (5) Penyusunan model rekomendasi varietas dan kebutuhan benih untuk mendukung sistem informasi kalender tanam terpadu, (6) Penyusunan model rekomendasi dan kebutuhan pupuk untuk mendukung sistem informasi kalender tanam terpadu (7) Penyusunan model rekomendasi dan kebutuhan alsintan  untuk mendukung sistem informasi kalender tanam terpadu, (8) Penyusunan buletin untuk mendukung sistem informasi kalender tanam terpadu, (9). Advokasi sistem informasi kalender tanam terpadu.

Tampilan penggunaan aplikasi katam versi ringan di sistem operasi android v. 4

Penelitian 2016



Terakhir diperbarui Rabu, 01 Februari 2017 14:39
 
Lakin Balitklimat 2015 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 26 Agustus 2016 15:21

Laporan Kinerja Balitklimat 2015 

Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) telah menetapkan tujuan utama yang ingin dicapai sebagaimana yang tertuang dalam Renstra tahun 2015-2019 sebagai berikut: (1) Menghasilkan sistem informasi sumber daya iklim dan air yang cepat, tepat, dan akurat; (2) Menghasilkan teknologi untuk meningkatkan pendapatan petani melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya iklim dan air; (3) Menghasilkan  bahan rujukan kebijakan terkait dengan sumber daya iklim dan air. Sasaran akhir yang ingin dicapai selama tahun 2015-2019 adalah: (1) Meningkatnya kecepatan, ketepatan dan aksesbilitas serta efisiensi penyajian data dalam bentuk sistem informasi (yang terkini) serta pemanfaatan sistem informasi sumber daya iklim dan air, (2) Meningkatnya pendayagunaan sumber daya iklim dan air untuk produksi pertanian serta mitigasi bencana. Tujuan Balitklimat tahun 2015-2019 tersebut, menjadi dasar dalam menentukan sasaran strategis yang ingin dicapai pada tahun anggaran 2015 yang dituangkan dalam Penetapan Kinerja (PK) yakni: (1) Tersedianya data, informasi dan   teknologi pengelolaan sumber daya iklim dan air untuk pengembangan pertanian dengan 1 (satu) indikator kinerja, dan (2) Terselenggaranya diseminasi teknologi penelitian agrolkimat dan hidrologi dengan 1 (satu) indikator kinerja. Berdasarkan hasil Pengukuran Pencapaian Kinerja (PPK) sampai akhir bulan Desember 2015, seluruh indikator kinerja sasaran yang ditetapkan telah berhasil diselesaikan dengan rata-rata persentase capaian 125% (sangat berhasil).

Terakhir diperbarui Jumat, 26 Agustus 2016 16:09
(Selengkapnya)
 


Halaman 3 dari 17
Joomla Templates by JoomlaVision.com