Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Hasil-hasil Penelitian
Teknologi Inovatif & Adaptif SDA PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 25 Mei 2015 09:18

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Inovatif dan Adaptif  untuk Pengelolaan Sumber Daya Air

 

 

RINGKASAN

 

Program peningkatan produksi di bidang pertanian perlu didukung oleh inovasi teknologi dan strategi yang adaptif dengan memanfaatkan sumberdaya iklim dan air secara optimal. Aplikasi teknologi mutakhir seperti teknologi nano yang sudah berkembang pesat di berbagai disiplin ilmu seperti di bidang energi, elektronik, dan bioteknologi sangat dibutuhkan di bidang pertanian. Teknologi nano dapat diintegrasikan dan diformulasikan di dalam proses budidaya diantaranya dengan menerapkan teknologi tersebut untuk peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya iklim dan air. Inovasi teknologi lainnya adalah pemanfaatan sumber energi alamiah untuk efisiensi pengelolaan sumber daya air.  Salah satu sumber energi alamiah yang dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma dan tersedia setiap saat adalah sumber energi matahari. Untuk itu pada kegiatan ini akan dirancang dan dianalisis sistem tenaga surya penggerak pompa air untuk pengembangan irigasi. Pompa energi matahari tidak menggunakan listrik, sangat hemat energi dan ramah lingkungan, selain itu penggunaannya mudah, efisiensi tinggi, kinerja stabil dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Selain itu teknologi inovatif dan adaptif pengelolaan sumber daya iklim dan air sangat diperlukan untuk peningkatan produksi dan kualitas tanaman hortikultura. Penelitian ini terdiri dari tiga kegiatan dengan tujuan masing-masing sebagai berikut: (1) Mengembangkan hydrogel untuk efisiensi air berbasis teknologi nano, (2) Merakit prototipe sensor curah hujan optik untuk mendukung pertania presisi(3) Mengembangkan teknologi sumber daya energi alamiah untuk pengelolaan air, dan (4) Mengembangkan teknologi pengelolaan iklim dan air untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman hortikultura. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Inovatif dan Adaptif untuk Pengelolaan sumber daya iklim dan air diharapkan dapat menyediakan teknologi aplikasi hidrogel untuk efisiensi irigasi, merakit sensor curah hujan, menyediakan teknologi sumber daya energi alamiah untuk efisiensi pengelolaan air, dan menyediakan teknologi pengelolaan iklim dan air untuk peningkatan produksi dan kualitas tanaman hortikultura.

Penelitian 2015

Terakhir diperbarui Kamis, 25 Agustus 2016 14:28
 
SI SDA PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 25 Mei 2015 09:10

Sistem informasi sumberdaya air mendukung pemanfaatan sumberdaya air berkelanjutan

 

 

RINGKASAN

Sasaran utama pembangunan pertanian 2010-2014 adalah pencapaian empat sukses pertanian yaitu: (1) Peningkatan produksi dan swasembada pangan berkelanjutan, (2) Diversifikasi pangan dan nilai gizi, (3) Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan (4) Peningkatan kesejahteraan petani.

Penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan khususnya sumber daya iklim dan air harus mampu mendukung terealisasinya percepatan pencapaian empat sukses pertanian tersebut. Di bidang pertanian air merupakan faktor utama penentu kelangsungan produksi pertanian, namun pengelolaannya untuk kelangsungan sumber daya air tersebut masih menghadapi banyak kendala baik pada skala daerah irigasi maupun daerah aliran sungai (DAS) dan seringkali memunculkan masalah baru yaitu kelangkaan air, kekeringan dan banjir, dan banyak permasalahan air lain yang terkait. Kondisi ini diperparah dengan maraknya kompetisi penggunaan air antara sektor pertanian dengan pengguna air lainya baik domestik, municipal dan industri.

Untuk itu data dan informasi sumberdaya air yang akurat, terekam dalam format sistem informasi berbasis Daerah Aliran Sungai mutlak diperlukan. Permasalahan yang dihadapi saat ini keberadaan data tersebut terfragmentasi di berbagai institusi dengan bentuk, format, jenis, waktu penyajian dan metode yang berbeda. Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan kuantifikasi dan integrasi data sumberdaya air sehingga dapat memberikan informasi secara menyeluruh baik spasial, tabular dan temporal tentang kondisi sumberdaya air di suatu wilayah.

Data dan informasi sumberdaya air yang terintegrasi dapat digunakan sebagai dasar penyusunan model optimalisasi sumberdaya air untuk menjawab permasalahan kelangkaan air, peningkatan produksi pertanian terutama dalam upaya adaptasi  terhadap perubahan iklim. Model tersebut dapat digunakan sebagai informasi awal dalam menentukan teknologi pengelolaan air yang tepat, untuk menjamin keberlanjutan ketersediaan sumberdaya air suatu DAS. Lebih lanjut model pengelolaan air tersebut perlu diaplikasikan pada skala petani untuk menjawab permasalahan aktual di lapangan.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)    Menyusun Atlas Potensi Sumberdaya Air Pulau Sulawesi; (2). Mengembangkan model optimalisasi sumberdaya air untuk peningkatan produktivitas lahan pertanian di wilayah Sulawesi ; (3).Menyusun prototype Sistem Informasi Sumberdaya Air Pertanian Nasiomal

Tahapan penelitian mencakup (i) persiapan dan pengumpulan data pendukung; (ii) survei lapangan; (iii) analisis data dan; (iv) penyusunan laporan.


Kata Kunci: ATLAS Sumber Daya Air, Optimal Water Sharing, Sistem Informasi Sumberdaya Air Pertanian (SISDA Pertanian)

Penelitian 2015

Terakhir diperbarui Kamis, 25 Agustus 2016 14:29
 
SI Katam Terpadu PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 25 Mei 2015 09:00

Pengembangan dan Advokasi Sistem Informasi  Kalender Tanam Terpadu Dalam Upaya Adaptasi Perubahan Iklim

 

 

RINGKASAN

Pengembangan dan Advokasi Sistem Informasi  Kalender Tanam Terpadu dalam Upaya Adaptasi Perubahan Iklim merupakan RPTP penelitian Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) yang sudah berlangsung sejak periode renstra 2009-2014. Menyadari bahwa dampak perubahan iklim terhadap tanaman pangan masih cukup tinggi, maka penelitian Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SI Katam Terpadu) masih akan dilanjutkan pada periode 2015-2019. SI Katam Terpadu merupakan pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial dan tabular mengenai prediksi musim, awal tanam, pola tanam, luas tanam, wilayah rawan banjir dan kekeringan, potensi serangan OPT, rekomendasi varietas padi, jagung, dan kedelai, rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, serta rekomendasi alat mesin pertanian pada level kecamatan seluruh Indonesia. Katam Terpadu dapat diakses melalui www.katam.litbang.deptan.go.id. Keluaran utama penelitian pada TA 2014, adalah dilakukannya tiga kali pemutakhiran SI Katam Terpadu (ver 1.7, 1.8, dan 1.9) berdasarkan musim tanam dan terbangunnya sistem monitoring online Katam Terpadu menggunakan closed-circuit television (CCTV). Lokasi pemasangan CCTV tersebar di tujuh provinsi dengan jumlah titik pemasangan sebagai berikut: Lampung (4), Banten (6), Jawa Barat (11), Jawa Tengah (11), D.I. Yogyakarta (6), Jawa Timur (10), dan Bali (6). Tujuan utama penelitian SI Katam Terpadu TA 2015 adalah di-launching-nya Katam Terpadu sebanyak dua kali yaitu pada bulan Februari 2015 untuk MK 2015, dan Agustus 2015 untuk MH 2015/2016. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini terbagi atas 7 (tujuh) kegiatan, yaitu: (1) Pemutakhiran SI Katam Terpadu dan pemantauan sistem monitoring online SI Katam Terpadu, (2) Model Integrasi Prediksi Iklim dan Awal Tanam untuk Mendukung Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu, (3) Rekomendasi Pengelolaan Sumberdaya Air Secara Spasial dan Temporal untuk Mendukung Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu, (4) Informasi Wilayah Rawan Bencana (Banjir, Kekeringan, Serangan OPT) Mendukung  Katam  Terpadu, (5) Pemutakhiran Rekomendasi Varietas dan Kebutuhan Benih Padi Berdasarkan Kalender Tanam Terpadu, (6) Informasi Pemupukan Mendukung Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai Lahan Sawah, dan (7) Model Advokasi Sistem Informasi Katam Terpadu. Ketujuh kegiatan ini bekerja secara sinergis dengan pendekatan desk work analysis dan verifikasi lapang. Pembaruan yang dilakukan terutama terkait metodologi, terutama analisis prediksi musim, pengaruh irigasi terhadap awal dan luas tanam potensial, penentuan wilayah rawan bencana. Hal yang baru juga adalah perubahan pemutakhiran dan peluncuran SI Katam Terpadu. Kalau sebelumnya tiga kali setahun, yaitu Agustus untuk musim tanam pertama, Februari untuk musim tanam kedua, dan April untuk musim tanam ketiga, diubah menjadi Februari untuk Musim Kemarau (MK) dan Agustus untuk musim hujan (MH). Perubahan ini tidak akan mengurangi substansi SI Katam terpadu, karena hanya mengubah waktu peluncuran SI Katam Terpadu. Efisiensi merupakan faktor utama perubahan, agar Gugus Tugas Katam di BPTP cukup dua kali melakukan sosialisasi ke pengguna. Peningkatan akurasi informasi juga tetap dilakukan dengan melakukan pemutakhiran basis data oleh masing-masing kegiatan.

Penelitian 2015

Terakhir diperbarui Kamis, 25 Agustus 2016 14:29
 
Food Smart Village PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 25 Mei 2015 08:55

Penelitian dan pengembangan Model Food Smart Village Pada Lahan Kering Untuk Adaptasi Perubahan Iklim

 

 

RINGKASAN

Penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan khususnya sumber daya iklim dan air harus mampu mendukung terealisasinya percepatan pencapaian empat sukses pertanian tersebut. Di bidang pertanian air merupakan faktor utama penentu kelangsungan produksi pertanian, namun pengelolaannya untuk kelangsungan sumber daya air tersebut masih menghadapi banyak kendala baik pada skala daerah irigasi maupun daerah aliran sungai (DAS) dan seringkali memunculkan masalah baru yaitu kelangkaan air, kekeringan dan banjir, dan banyak permasalahan air lain yang terkait. Kondisi ini diperparah dengan maraknya kompetisi penggunaan air antara sektor pertanian dengan pengguna air lainya baik domestik, municipal dan industri.

Untuk itu data dan informasi sumberdaya air yang akurat, terekam dalam format sistem informasi berbasis Daerah Aliran Sungai mutlak diperlukan. Permasalahan yang dihadapi saat ini keberadaan data tersebut terfragmentasi di berbagai institusi dengan bentuk, format, jenis, waktu penyajian dan metode yang berbeda. Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan kuantifikasi dan integrasi data sumberdaya air sehingga dapat memberikan informasi secara menyeluruh baik spasial, tabular dan temporal tentang kondisi sumberdaya air di suatu wilayah.

Data dan informasi sumberdaya air yang terintegrasi dapat digunakan sebagai dasar penyusunan model optimalisasi sumberdaya air untuk menjawab permasalahan kelangkaan air, peningkatan produksi pertanian terutama dalam upaya adaptasi  terhadap perubahan iklim. Model tersebut dapat digunakan sebagai informasi awal dalam menentukan teknologi pengelolaan air yang tepat, untuk menjamin keberlanjutan ketersediaan sumberdaya air suatu DAS. Lebih lanjut model pengelolaan air tersebut perlu diaplikasikan pada skala petani untuk menjawab permasalahan aktual di lapangan terutama upaya adaptasi perubahan iklim melalui implementasi Food Smart Village. Penelitian ini bertujuan untuk :  1). Mengkarakterisasi potensi sumber daya lahan, air, iklim, sosia,l ekonomi dan budaya lokal pada lokasi pengembangan Food Smart Village; 2).Menyusun rancang bangun teknik pemanfaatan potensi sumberdaya air di lokasi pengembangan Food Smart Village; 3) Mengimplementasikan Food Smart Village; 4). Menyusun Rekomendasi pengembangan Food Smart Village. Tahapan penelitian mencakup (i) persiapan dan pengumpulan data pendukung; (ii) survei lapangan; (iii) analisis data dan; (iv) penyusunan laporan.

Kata Kunci:    Food Smart Village, Pengelolaan air, adapatasi perubahan iklim.

 

Penelitian 2015

Terakhir diperbarui Kamis, 25 Agustus 2016 14:29
 
Key Area PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 25 Mei 2015 08:46

Penelitian Key Area Keragaman Iklim Indonesia Dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

 

 

RINGKASAN

Perubahan iklim merupakan salah satu ancaman yang sangat serius terhadap sektor pertanian dan potensial mendatangkan masalah baru bagi keberlanjutan produksi pangan dan sistem produksi pertanian pada umumnya.  Pengaruh perubahan iklim terhadap sektor pertanian bersifat multi-dimensional, mulai dari sumberdaya, infrastruktur pertanian, dan sistem produksi pertanian, hingga aspek ketahanan dan kemandirian pangan, serta kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya. Dampak perubahan iklim perlu diidentifikasi sehingga bisa disusun teknologi adaptasi yang sesuai dengan spesifik wilayah. Penentuan Key Area diharapkan dapat membantu mengetahui sebaran wilayah kunci perubahan iklim.  Penelitian tentang Key Area merupakan penelitian yang baru dan belum pernah dilakukan di Indonesia. Key area adalah wilayah yang bisa dijadikan indikator adanya perubahan iklim (El-Nino dan La-Nina) di Indonesia. Untuk mendapatkan peta key area dilakukan analisis hubungan beberapa indikator iklim yaitu suhu udara dan curah hujan, serta indikator kejadian iklim ekstrim (banjir, kekeringan dan OPT) dan suhu muka laut dengan produksi/luas tanam. Data iklim global, regional dan lokal digunakan untuk mengidentifikasi key area ini. Berdasar key area ini dapat didentifikasi wilayah mana yang bisa dijadikan indikator/kunci untuk mengetahui perubahan iklim di Indonesia sehingga bisa dilakukan dan ditentukan prioritas pengelolaan risiko iklim khususnya di wilayah dengan tipe iklim kering lahan basah dan iklim kering lahan kering. Dengan melakukan kegiatan penelitian ini secara bertahap (2015-2019), diharapkan pada akhirnya data dan informasi tentang Key Area ini akan membantu dalam pengelolaan risiko iklim serta menciptakan teknologi yang adaptif terhadap perubahan iklim untuk seluruh wilayah Indonesia dengan beberapa kelompok agroekosistem.


Penelitian 2015

Terakhir diperbarui Kamis, 25 Agustus 2016 14:30
 


Halaman 4 dari 17
Joomla Templates by JoomlaVision.com