Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Hasil-hasil Penelitian
Penelitian dan Pengembangan Model FSV PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 19 Februari 2014 14:53

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MODEL FOOD SMART VILLAGE PADA LAHAN KERING UNTUK ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM

 

Oleh :
Ir. Hendri Sosiawan, CESA
Dr. Ir. Nani Heryani, M.Si
Dr. Ir. Popi Redjekiningrum, MS
Dr. Ir. Budi Kartiwa, CESA
Ir. Kurmen Sudarman, MP
Setyono Hari Adi, S.kom. M.Sc.
Ir. Adang Hamdani, M.Si


RINGKASAN

Sasaran utama pembangunan pertanian 2010-2014 adalah pencapaian empat sukses pertanian yaitu: (1) Peningkatan produksi dan swasembada pangan berkelanjutan, (2) Diversifikasi pangan dan nilai gizi, (3) Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan (4) Peningkatan kesejahteraan petani.
Penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan khususnya sumber daya iklim dan air harus mampu mendukung terealisasinya percepatan pencapaian empat sukses pertanian tersebut. Di bidang pertanian air merupakan faktor utama penentu kelangsungan produksi pertanian, namun pengelolaannya untuk kelangsungan sumber daya air tersebut masih menghadapi banyak kendala baik pada skala daerah irigasi maupun daerah aliran sungai (DAS) dan seringkali memunculkan masalah baru yaitu kelangkaan air, kekeringan dan banjir, dan banyak permasalahan air lain yang terkait. Kondisi ini diperparah dengan maraknya kompetisi penggunaan air antara sektor pertanian dengan pengguna air lainya baik domestik, municipal dan industri.

Terakhir diperbarui Selasa, 10 Maret 2015 08:34
(Selengkapnya)
 
Penyusunan Basisdata Sumberdaya Air Pertanian PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 19 Februari 2014 14:46

PENYUSUNAN BASISDATA SUMBERDAYA AIR PERTANIAN

 

Oleh :

Dr. Ir. Budi Kartiwa, CESA
Ir. Hendri Sosiawan, CESA
Dr. Ir. Nani Heryani, MSi
Dr. Popi Redjekiningrum, MSi
Setyono Hari Adi S.Kom., MSc
Adang Hamdani, SP., MSi
M. Wahyu Trinugroho, ST



RINGKASAN

Sasaran utama pembangunan pertanian 2010-2014 adalah pencapaian empat sukses pertanian yaitu: (1) Peningkatan produksi dan swasembada pangan berkelanjutan, (2) Diversifikasi pangan dan nilai gizi, (3) Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan (4) Peningkatan kesejahteraan petani.
Penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan khususnya sumber daya iklim dan air harus mampu mendukung terealisasinya percepatan pencapaian empat sukses pertanian tersebut. Di bidang pertanian air merupakan faktor utama penentu kelangsungan produksi pertanian, namun pengelolaannya untuk kelangsungan sumber daya air tersebut masih menghadapi banyak kendala baik pada skala daerah irigasi maupun daerah aliran sungai (DAS) dan seringkali memunculkan masalah baru yaitu kelangkaan air, kekeringan dan banjir, dan banyak permasalahan air lain yang terkait. Kondisi ini diperparah dengan maraknya kompetisi penggunaan air antara sektor pertanian dengan pengguna air lainya baik domestik, municipal dan industri.

Terakhir diperbarui Selasa, 10 Maret 2015 08:36
(Selengkapnya)
 
Penelitian Key Area Keragaman Iklim Indonesia PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 19 Februari 2014 14:32

PENELITIAN KEY AREA KERAGAMAN IKLIM INDONESIA DALAM MENGHADAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM


Oleh:

Dr. Woro Estiningtyas, MSi
Dr. Haris Syahbuddin, MSc
Dr. Eleonora Runtunuwu, MS
Dr. Aris Pramudia, MS
Ir. Erni Susanti, MSc
Dr. Yayan Apriyana, MSc
Dr. Suciantini, MSi

 

ABSTRAK

Perubahan iklim merupakan salah satu ancaman yang sangat serius terhadap sektor pertanian dan potensial mendatangkan masalah baru bagi keberlanjutan produksi pangan dan sistem produksi pertanian pada umumnya. Pengaruh perubahan iklim terhadap sektor pertanian bersifat multi-dimensional, mulai dari sumberdaya, infrastruktur pertanian, dan sistem produksi pertanian, hingga aspek ketahanan dan kemandirian pangan, serta kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya. Dampak perubahan iklim perlu diidentifikasi sehingga bisa disusun teknologi adaptasi yang sesuai dengan spesifik wilayah. Penentuan Key Area diharapkan dapat membantu mengetahui sebaran wilayah kunci perubahan iklim. Penelitian tentang Key Area merupakan penelitian yang baru dan belum pernah dilakukan di Indonesia. Key area adalah wilayah yang bisa dijadikan indikator adanya perubahan iklim (El-Nino dan La-Nina) di Indonesia dengan indikator utama curah hujan dan parameter iklim lainnya. Data iklim global, regional dan lokal digunakan untuk mengidentifikasi key area ini. Berdasar key area ini dapat didentifikasi wilayah mana yang bisa dijadikan kunci untuk mengetahui perubahan iklim di Indonesia sehingga bisa dilakukan dan ditentukan prioritas pengelolaan risiko iklim. Teknologi adaptasi terhadap perubahan iklim juga dikembangkan berdasar key area ini. Teknologi adaptasi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah penentuan indeks iklim dan teknologi pengelolaan rotasi tanam pada lahan sawah akibat variabilitas iklim. Indeks iklim digunakan untuk pengembangan Asuransi indeks iklim. Asuransi indeks iklim yaitu asuransi yang memberikan pembayaran pada pemegang polis ketika terpenuhi kondisi cuaca/iklim yang tidak diharapkan (Indeks Iklim) tanpa harus ada bukti kegagalan panen. Asuransi ini dapat mempercepat penerimaan petani terhadap teknologi adaptasi atau integrasi informasi prakiraan musim/iklim dalam membuat keputusan. Indeks iklim dikembangkan untuk tanaman padi. Indeks yang mendasari kontrak asuransi dihitung berdasarkan curah hujan dalam periode yang panjang (minimal 20 tahun) yang dikumpulkan dari stasiun cuaca yang mewakili karakteristik iklim dari daerah di mana produksi tanaman dilakukan. Selain asuransi indeks iklim, teknologi adaptasi yang bisa dikembangkan adalah dengan melakukan penelitian simulasi respon sistem rotasi tanam pada lahan sawah terhadap variabilitas iklim. Hal ini penting karena dengan memanfaatkan informasi iklim serta memperhitungkan variabilitas dan keragaman iklim dapat dilakukan optimasi rotasi tanam sehingga dapat memperkecil kerugian akibat dampak perubahan iklim. Dengan melakukan kegiatan penelitian ini secara bertahap, pada akhirnya data dan informasi tentang Key Area ini akan membantu dalam pengelolaan risiko iklim serta menciptakan teknologi yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Penelitian 2014

Si toutes ces solutions permettent le traitement problemes d'erection, l'efficacite acheter cialis france ligne n'est pas vente de viagra la toujours au rendez-vous.
Terakhir diperbarui Selasa, 10 Maret 2015 08:31
 
Pengembangan dan Advokasi Sistem Informasi KATAM Terpadu dalam Upaya Adaptasi Perubahan Iklim PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 19 Februari 2014 14:11

PENGEMBANGAN DAN ADVOKASI SISTEM INFORMASI KALENDER TANAM TERPADU DALAM UPAYA ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM

 


Oleh :
Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA
Prof. Dr. Ir. Irsal Las, MS
Dr. Eleonora Runtunuwu
Dr. Aris Pramudia, MS
Ir. Erni Susanti MSc
Dr. Yayan Apriyana MSc
Dr. Diah Setyorini
Fadhlullah Ramadhani S.Kom., MSc

 

 

RINGKASAN

Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SI Katam terpadu) merupakan pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial dan tabular mengenai prediksi musim, awal tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan banjir dan kekeringan, potensi serangan OPT, rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, rekomendasi varietas padi, jagung, dan kedelai pada level kecamatan seluruh Indonesia. Katam terpadu dapat diakses melalui www.katam.litbang.deptan.go.id, dan diupdate tiga kali setahun; Agustus untuk musim tanam pertama, Februari untuk musim tanam kedua, dan April untuk musim tanam ketiga. Sejak launching (Desember 2011) sampai dengan akhir TA 2013, Katam Terpadu di-update sebanyak 6 kali (ver 1.0 sampai dengan ver 1.6). Pada TA 2013 dilakukan pemasangan sistem monitoring katam terpadu menggunakan closed-circuit television (CCTV) di tujuh provinsi dengan jumlah titik pemasangan sebagai berikut: Lampung (4), Banten (6), Jawa Barat (11), Jawa Tengah (11), D.I. Yogyakarta (6), Jawa Timur (10), dan Bali (6). Pada TA 2014, hasil pengamatan tersebut akan dianalisis untuk mendapatkan informasi mengenai waktu tanam, rotasi tanam, bencana (banjir, kekeringan) dan tindakan budidaya lainnya. Kebaruan penelitian Katam Terpadu di TA 2014 adalah penyusunan prototype sistem monitoring online katam terpadu, setelah melakukan pemantauan langsung dengan CCTV sebanyak tiga musim tanam. Oleh karena itu, tujuan umum penelitian ini di TA 2014 adalah di-launching-nya Katam Terpadu sebanyak tiga musim tanam yaitu pada bulan Februari (MT II 2014), April ( MT III 2014), dan Agustus (MT I 2014/2015) dan tersedianya prototipe sistem monitoring online katam terpadu. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini terbagi atas 7 (tujuh) kegiatan, yaitu: (1) Pemutakhiran SI Katam Terpadu dan penyusunan prototipe sistem monitoring online SI Katam terpadu, (2) Pemutakhiran prediksi iklim terkini dan model integrasi prediksi iklim dan awal tanam untuk mendukung SI Katam terpadu (MT II 2014; MT III 2014, dan MT I 2014/2015), (3) Model pengelolaan sumberdaya air untuk mendukung SI Katam terpadu (MT II 2014; MT III 2014, dan MT I 2014/2015), (4) Pemutakhiran wilayah rawan kekeringan, banjir dan rawan OPT (MT II 2014; MT III 2014, dan MT I 2014/2015), (5) Pemutakhiran data dan informasi rekomendasi varietas dan kebutuhan benih padi, jagung, kedelai (MT II 2014; MT III 2014, dan MT I 2014/2015), (6) Pemutakhiran informasi pemupukan untuk mendukung SI Katam Terpadu (MT II 2014; MT III 2014, dan MT I 2014/2015), dan (7) Advokasi sistem informasi Kalender Tanam Terpadu dalam bentuk FGD, Koordinasi/Pendampingan Gugus Tugas Kalender Tanam Terpadu dan Perubahan Iklim.

Penelitian 2014

Terakhir diperbarui Selasa, 10 Maret 2015 08:31
 
Advokasi dan Pengembangan KATAM Terpadu PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 18 Februari 2014 09:15

ADVOKASI DAN PENGEMBANGAN KALENDER TANAM TERPADU UNTUK TANAMAN PANGAN


Kementerian Pertanian sejak tahun 2007 menyusun atlas kalender tanam tanaman padi sebagai panduan waktu tanam padi bagi penyuluh dan petani setiap kecamatan seluruh Indonesia. Estimasi awal waktu tanam ditentukan berdasarkan kondisi curah hujan tahunan, yaitu pada kondisi basah, normal, dan kering. Apabila sifat iklim tahunan suatu kecamatan adalah basah, maka diasumsikan lahan sawah kecamatan tersebut mengalami kondisi basah sepanjang tahun.

Siklus musim tanam dalam setahun

Gambar 1. Siklus musim tanam dalam setahun

Terakhir diperbarui Selasa, 10 Maret 2015 08:29
(Selengkapnya)
 


Halaman 10 dari 17
Joomla Templates by JoomlaVision.com