Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Hasil-hasil Penelitian
Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Thd Aliran Permukaan, Sedimen dan Produksi Air Daerah Aliran Sungai PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 09 Februari 2007 22:37

Tahun Penelitian 2003

Perubahan tutupan lahan terutama berupa kerusakan hutan di sub daerah aliran sungai yang ada disekitar waduk Jatiluhur berpengaruh negatif ditinjau dari besarnya aliran permukaan dan sedimen yang terjadi serta produksi air DAS. Model Agricultural Non Point Source Pollution (AGNPS) adalah model terdistribusi yang dapat memprediksi aliran permukaan dan sedimen DAS, merupakan pilihan yang tepat, karena selain dapat merekonstruksi hubungan penggunaan lahan, sifat fisik DAS dengan aliran permukaan, sedimentasi dan produksi air.

Terakhir diperbarui Senin, 13 Oktober 2014 12:23
(Selengkapnya)
 
Pengembangan Sistem Informasi Spasial Database Iklim Nasional PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 07 Desember 2006 18:46

Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap iklim semakin tinggi maka ketersediaan data iklim baik secara global, regional, maupun lokal sangat diperlukan.  Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi sebagai salah satu institusi di bawah Departemen Pertanian memiliki mandat untuk mengembangkan database sumberdaya iklim untuk kebutuhan pertanian nasional.

Permasalahan utama yang dihadapi dalam proses pengembangan database iklim ini terutama berkaitan dengan format dan struktur data yang belum standar. Akibatnya  data tersebut tidak mudah diupdate dan diakses.

Terakhir diperbarui Senin, 13 Oktober 2014 12:38
(Selengkapnya)
 
Atlas Sumberdaya Iklim Pertanian Indonesia PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 07 Desember 2006 18:46

Perubahan iklim yang terjadi akibat fenomena pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan iklim dan siklus hidrologi. Di Indonesia dampak perubahan iklim yang dapat dirasakan saat ini semakin keringnya musim kemarau dan intensitas banjir yang semakin tinggi di muism hujan. Tindakan mitigasi bencana tersebut memerlukan informasi kondisi iklim yang ada sebagai dasar acuan, sementara itu peta sumberdaya iklim saat ini umumnya menggunakan data sebelum tahun 1970. Kehandalan peta-peta tersebut perlu diperbaharui dengan seri data yang aktual. Dengan demikian perubahan pola dan distribusi curah hujan belakangan ini dapat diperhitungkan dalam kegiatan sistem dan usaha agribisnis. Lebih jauh. pengambil kebijakan dan perencana dan pelaksana lapang di sektor pertanian dan sektor terkait lainnya dapat menyusun strategi menyeluruh  sesuai dengan kondisi iklim terkini.

Terakhir diperbarui Senin, 13 Oktober 2014 09:16
(Selengkapnya)
 
Model Prediksi Anomali Iklim untuk Mengurangi Resiko Pertanian PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 07 Desember 2006 18:46

Tahun Penelitian 2003

Penyimpangan iklim adalah terjadinya perubahan iklim dibanding rata-rata jangka panjangnya pada selang waktu tertentu. Pengalaman menunjukkan bahwa secara temporer berbagai bentuk penyimpangan iklim telah sering mendera dan mengancam sistem produksi pertanian.  Deraan tersebut tidak saja menyebabkan gangguan produksi, tetapi juga menggagalkan panen dalam luasan ratusan ribu hektar. Peristiwa kekeringan tahun 1994 dan 1997 merupakan yang terburuk selama abad 20. Luas areal pertanian di Indonesia yang mengalami kekeringan mencapai 161.144 sampai 147.126 ha yang mengakibatkan  penurunan produksi beras nasional secara signifikan dan pemerintah kembali harus mengimpor beras sekitar 5 juta ton.  Kerawanan sosial sebagai dampak lanjutan dari kekeringan ini akan semakin memberatkan manakala periode ulang El Nino meningkat menjadi 2-3 tahun satu kali.

Terakhir diperbarui Senin, 13 Oktober 2014 11:42
(Selengkapnya)
 
Penyusunan DSS Informasi dan Pengendalian Ketahanan Pangan Jawa Tengah PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 07 Desember 2006 18:46

Tahun Penelitian 2003

Informasi dan pengendalian ketahanan pangan di tingkat provinsi merupakan masalah strategis dengan isu lintas sektoral (cross cutting issue) yang melibatkan: Badan Bimbingan Masal Ketahanan Pangan (BBMKP), Dolog, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Bappeda Tk I dan II, Dinas Pengairan, dan instnasi terkait lainnya dengan implikasi sangat luas. Padahal dinamika ketahanan pangan harus dipantau dan dilaporkan secara reguler oleh BBMKP ke Gubernur dengan pendekatan kuantitatif yang terukur (measurable). Mengingat banyak instansi terkait dalam ketahan pangan. maka diperlukan alat bantu pengambilan keputusan (decission support system) yang cepat, akurat, murah, dan dapat diperbaruhi (updateable) agar masalah ketahanan pangan dan pengendaliannya dapat dideteksi dan diantisipasi lebih dini, sehingga resiko yang mungkin terjadi dapat diminimalkan.

Terakhir diperbarui Senin, 13 Oktober 2014 12:49
(Selengkapnya)
 


Halaman 17 dari 17
Joomla Templates by JoomlaVision.com