Info Penelitian|

Di Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kab Bantul  2020-2021

Inovasi teknologi aksi iklim penerapan  panen air merupakan kelanjutan dari sukses story proyek Bangun Desa II Komponen 8 dalam bidang penelitian Mikro Das pada tahun 1992 – 1994. Inisiasi embung mini ukuran 3x 4 x3 m2 dengan pola tanam suyuran dan tembakau berhasil dan meningkatkan pendapatan petani dibandingkan pola tanam kacang tanah tumpangsari ubikayu.

Kegigihan petani untuk peningkatkan pendapatan dan tarap hidup berhasil mengembangan panen air, membangun embung mini secara indiwidu setiap petani semakin berkembang  secara nyata. Berbagai penelitian yang dilanjukan oleh Balai Klimat dan Hidrologi Bogor dua kali  telah berhasil secara berkelanjutan kegiatan yang ketiga.

Selanjutnya tahun 2020 – 2021 dengan kegiatan aksi iklim dengan PERHIMPI, melanjukan inovasi teknologi panen air melalui :

  1.  Analisis sumber daya air melalui deteksi Geolistriknya, telah berhasil mendapatkan 3 titik sumber air dalam tanah.
  2. Tindak lanjutnya dilakukan pembuatan sumur dalam serta fasilitas pompa sumersible, telah berhasil dengan dibet 2,5 liter/detik, yang dapat mencukupi kebutuhan air untuk tanaman palawijo (Bawang merah) sekitar 5-10 ha.
  3. Inisiasi sistem irigasi hemat air dan tenaga jaga dikenalkan oleh masyarakat petani, walaupun masih dalam tahap adopsi teknologi diperlukan waktu untuk menerimanya
  4. Inisiasi embung mini ukuran 3 x 4 x 3 m disetiap luasan 1000 m2, dapat digunakan untuk meningkatkan indek panen dari 130  menjadi 350 atau bahkan 400 %, artinya dalam setahun petani dapat tanam dan panen 3 sampai 4 kali.
  5. Paket teknologi pengelolaan lahan kering dengan pola tanam komoditas ekonomi tinggi Kacang tanah (diganti padi gogo/largo super), bawang merah/- cabe mera , bawang merah ,  padi gogo ( IP mencapai >350%). Adapun paket teknologi sebagai berikut Tabel 1.

Tabel 1. Paket teknologi spesifik lokasi di lahan kering

Temu lapang inovasi teknologi aksi iklim dengan penerapan panen air, baik  pada musim hujan dan kemarau telah berhasil sesuai dengan tujuan dan keluar.  Terbukti dari  respon dan adopsi dalam repormasi pengelolaan lahan kering di lokasi Dusun Nawungan, Kecamatan Imogiri, Kab Bantul, DIY  sukses dilakukan oleh petani Tukidi.  Tukidi melaporkan bahwa dengan penerapan aksi iklim tersebuat : pembukaan lahan dan pembuatan embung mini dilakukan tahun 2020, kemudian berubah pola tanam sebelumnya kacang tanah/- ubikayu (IP 130%). Setelah menerapakan aksi iklim inovasi pola tanamnya berubah secara nyata Kacang tanah (Nopember- Januari 2020-2021), berubah pola tanamnya menjadi  bawang merah tumpangsasi cabe merah (Januari – Maret  – Pebruari – Agustus 2021), dilanjutkan tanam bawang merah ( 12 Agustus – panen 21 Oktober 2021) saat panen ini. Artinya selama 10 bulan sudah panen 3 kali yaitu (Bawang merah, Cabe merah dan bawang merah IP 300), sisa waktu masih 2 bulan pada bulan Desember 2021.  Pendapatan seluas 1000 m2 secara nyata panen bawang merah MH 1 (10 juta), Cabe merah 6 juta (harga murah) dan bawang merah 10 juta dalam waktu 10 bulan, sehingga dalam konversi per 1000 m 26 juta atau 260 juta ha.

Hasil ubinan dari 3 varietas bawang merah Badan Litbang Pertanian  dan kerjasama BPTP Yogyakarta dengan Pemda Bantul ( Bima, Trisula/Jokowi dan Tiron Bantul) pada musim hujan panen bulan Maret 11- 12 t ha, cabe 3,5 t ha dan panen musim kemarau sekarang ini rata rata mencapai 14,41  t ha.  

Comments are closed.

Close Search Window